Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Chairil Anwar
Maret 1943
Chairil Anwar (1922-1949), adalah seorang penyair legenda Indonesia. Kariernya sebagai seorang penyair bagaimanapun adalah singkat (1942-1947), beliau pergi pada umur 27 tahun.
Salah satu sajak Chairil Anwar yang paling popular AKU. Ia sebenarnya adalah sebuah sajak yang menggambarkan kemarahan dan kelukaan hati Chairil terhadap bapanya yang telah mengabaikan ibu Chairil. Namun begitu, sajak ini banyak diinterpretasikan sebagai sajak perjuangan. Sajak ini sering dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan. Ada juga yang mengatakan bahawa sajak ini dicipta untuk menggambarkan rasa marah dan benci pada penjajah Jepun pada masa itu.
